INIMUSIK.COM – Lama tak terdengar rimbanya, grup musik D’Bungsil akhirnya kembali menggebrak panggung musik berbahasa Bali. Setelah lima tahun vakum tanpa karya baru, band yang melejit lewat hit “Ke Badung” ini kini mulai kembali diperbincangkan. Momentum kebangkitan mereka ditandai dengan peluncuran single terbaru berjudul “Sopir Leneng” yang rilis pada penghujung tahun lalu.
Memasuki awal 2016, kehadiran D’Bungsil seolah menjadi pelepas dahaga bagi para penggemar yang merindukan warna musik mereka. Dwija, sang gitaris, mengungkapkan bahwa kembalinya mereka ke industri musik adalah sebuah langkah terencana untuk mengaktifkan kembali eksistensi band yang sempat meredup.
Strategi Album Kompilasi dan Lagu Baru
Alih-alih langsung menggelontorkan album penuh dengan materi baru, D’Bungsil memilih strategi yang lebih taktis. Mereka merilis album kompilasi the best yang merangkum karya-karya terbaik dari dua album sebelumnya, yaitu Paling Mangkana (2007) dan Bulan ke Badung (2010).
“Kami ingin aktif kembali, tapi untuk langkah awal kami tidak langsung mengeluarkan album baru secara utuh. Kami hanya menyodorkan satu lagu baru sebagai pengingat bagi para penggemar,” ujar Dwija dengan nada optimistis.
Keputusan ini terbukti efektif. Album kompilasi tersebut menjadi jawaban atas rasa penasaran publik yang belakangan sering melihat personel D’Bungsil mulai muncul kembali di berbagai perhelatan musik lokal. Dwija mengakui, meskipun para personel memiliki kesibukan masing-masing, semangat untuk berkarya tetap menjadi prioritas utama.
Makna di Balik “Sopir Leneng”
Single “Sopir Leneng” yang menjadi ujung tombak kebangkitan mereka mengusung tema sosial yang sangat dekat dengan keseharian. Sobag, vokalis D’Bungsil, menjelaskan bahwa lagu ini terinspirasi dari perjuangan seorang pengangguran yang tak kenal lelah mencari nafkah.
Istilah “Sopir Leneng” sendiri merupakan ungkapan yang sering ditujukan bagi mereka yang belum memiliki pekerjaan tetap. Lewat lirik yang lugas, D’Bungsil ingin menyampaikan pesan motivasi bagi anak muda.
“Lagu ini tentang kejujuran dan kerja keras. Kami ingin memotivasi teman-teman yang masih berstatus pengangguran agar terus berusaha hingga mencapai kesuksesan,” papar Sobag.
Formasi dan Rekam Jejak
D’Bungsil yang terbentuk sejak 2007 ini tetap mempertahankan pilar utamanya, yakni Sobag pada vokal dan Dwija pada gitar utama sekaligus vokal latar. Untuk melengkapi performa panggung, mereka dibantu oleh dua pemain tambahan (additional players), yaitu Lionk pada bas dan Dedi pada drum.
Selama perjalanan kariernya, grup ini telah melahirkan sejumlah lagu populer yang masih membekas di ingatan penikmat musik Bali, di antaranya:
- “Tusing Cara Tiang”
- “Anak Mami”
- “Bulan ke Badung”
- “Arti Metimpal”
Dengan hadirnya “Sopir Leneng”, D’Bungsil membuktikan bahwa jeda panjang tidak memadamkan kreativitas mereka. Kini, publik menanti apakah momentum ini akan membawa mereka kembali ke puncak popularitas musik lokal Bali.
***ikuti kami di Google News








