Harmoni Lintas Negara di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026, Ini Penampilnya

Harmoni Lintas Negara di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026, Ini Penampilnya
📷 Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 digelar kembali/inimusik

INIMUSIK.COM –  Dinding ritme dan kebebasan improvisasi kembali mewarnai panggung jazz tanah air. Memasuki edisi ke-13, Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 siap menyuguhkan eksplorasi musikal yang memikat pada 7–8 Agustus 2026. Puluhan musisi jazz kenamaan dari dalam dan luar negeri dipastikan berkumpul untuk merayakan keberagaman gaya, mulai dari straight-ahead, jazz kontemporer, world music, hingga format big band yang megah.

Edisi tahun ini merangkum spektrum musik yang sangat luas. Pong Nakornchai Ensemble, misalnya, menyatukan empat karakter dari Thailand, Indonesia, dan Amerika Serikat. Di bawah arahan saksofonis sopran Joe Rosenberg, mereka membangun narasi lewat interaksi melodi, tekstur suara, dan jeda keheningan yang presisi bersama bassis Indra Gupta serta gitaris Michael Ananda.

Daya tarik lain muncul dari kolaborasi internasional yang dinamis. Gitaris Belanda Jadi Peperzak menggandeng pianis Kasyfi Kalyasyena, bassis Nepal Sulav Maharjan, dan drummer Rafael Slors dalam proyek penuh improvisasi yang disokong oleh Erasmus Huis Jakarta. Sementara itu, Simone Prattico Java Collective memadukan ketukan drums khas Mediterania dengan karakter musik Jawa dan jazz modern bersama Sri Hanuraga serta Kevin Yosua.

Dari belahan Asia Timur, trio instrumental asal Jepang, H ZETTRIO, siap menggebrak panggung lewat permainan piano cepat, groove rapat, dan ketepatan ritmik yang tinggi. Ada pula duet ekspresif Watchdog dari Prancis, yang mengawinkan berbagai instrumen keyboard milik Anne Quillier dengan suara klarinet Pierre Horckmans dalam sapuan lanskap suara yang kaya.

Gitaris kawakan Indonesia Koko Harsoe dijadwalkan tampil memukau bersama SAN Trio—sebuah wadah eksplorasi jazz fusion yang digerakkan oleh Savio, Amos, dan Nara. Eksplorasi instrumen dawai juga disajikan oleh Strings Corner Project lewat racikan gaya flamenco, jazz, dan ritme tradisional Nusantara pimpinan Adien Fazmail serta Icang Rahimy.

Kutub jazz klasik dan eksperimental diwakili oleh Straight and Stretch Quartet pimpinan Yuri Mahatma dan Astrid Sulaiman. Mengusung keterbukaan bermusik, mereka berbagi panggung dengan trombonis Jepang Masahiko Kitahara, vokalis Dian Pratiwi, serta musisi Singapura Glen Wee yang membawakan materi dari album Sounds in the City.





Atmosfer megah bakal dihadirkan oleh Salamander Big Band. Orkestra independen yang telah berkarya hampir dua dekade ini menurunkan sekitar 27 musisi untuk membawakan komposisi swing klasik dan aransemen orisinal. Nuansa personal yang hangat turut hadir lewat vokal Dattie Do yang berkolaborasi dengan gitaris Hanoi Hoang Tung, Warman Sanjaya, dan Sinuksma.

Daftar penampil bertambah kuat dengan hadirnya vokalis sekaligus pianis kawakan Imelda Rosalin yang tampil bersama kuintetnya, serta legenda jazz lokal Bali, Dodot, yang beraksi dalam format trio bersama Wisnu Priambodo dan Helmy Agustrian.

Guna menjaga regenerasi dan kelestarian musik jazz (preservation of Jazzistry), panggung festival tahun ini memberi ruang luas bagi generasi penerus. Penonton dapat menyaksikan aksi talenta muda berbakat seperti LaDju, Michael Ananda Trio, Rason Trio, hingga JZ.KA Trio.

Rangkaian pertunjukan musik kelas dunia ini dijadwalkan berlangsung di area STHALA Ubud Bali, A Tribute Portfolio Hotel. Sejak berdiri pada 2013, perhelatan tahunan berbasis komunitas ini konsisten menempatkan diri sebagai salah satu festival jazz paling diperhitungkan di Asia Tenggara, sekaligus ruang perjumpaan budaya yang intim di tengah keasrian alam Ubud.

***

ikuti kami di Google News