“Depresi Jiwa” Antara Pecundang dan Ayam Jago dari The Chickens

 “Depresi Jiwa” Antara Pecundang dan Ayam Jago dari The Chickens

kiri-kanan : Golem (bas), Pandarel (vocal+gitar), Rifa (lead gitar), dan Junk (drum) – The Chickens/ inimusik

Digiqole ad

The Chikens, band asli Bali yang terbentuk pada 2007 kembali menggelorakan semangat bermusik dengan nuansa yang lebih fresh. Setelah melepas tiga single, “Kembali Rock n Roll” (Desember 2019), “Depresi Jiwa” (Januari 2020) dan “Farewell” (Maret 2020) mereka pun meluncurkan video clip perdana dari single “Depresi Jiwa” Sabut (14/3/2020) di kawasan Denpasar.

“Ya! Lagu ini adalah permintaan dari banyak orang yang mendengarkan karya kami, mereka bilang ini adalah bagian dari kisah mereka,” kata Pandarel sang vocalis.

Baca Juga:  Truedy Muncul Lagi Seperti Senja

Alasan lain dari pemilihan single “Depresi Jiwa” adalah kesiapan materi video clip yang telah rampung seutuhnya. Band yang digawangi oleh Golem (bas), Pandarel (vocal+gitar), Rifa (lead gitar), dan Junk (Drum) ini juga menjelaskan secara rinci terkait kisah di balik lagu “Depresi Jiwa”. “Lagu ini berkisah tentang sebuah kegagalan berlebih yang menyebabkan gangguan kejiwaan,”lanjutnya.

Video clip yang dikonsep dengan tema horor physicopatic ini tentunya membuat soul dari lagu itu semakin hidup. Dalam video clip itu dikisahkan seorang pemuda yang penuh dengan sisi kelam dan tersakiti disegala sisi mulai dari percintaan, pekerjaan, pacar, buly dan bahkan pertemanaan. “Setelah berhasil membunuh  –dalam hayalan orang emosi berlebih– lalu muncul rasa puas dalam dirinya,”sambungnya.

Baca Juga:  Jelang Album, D'yash Souling Lepas Kodok Ngorek

Terkait nama, ia menjelaskan kembali dimana tahun 2007 merka bernama The Chicken Murder dengan formasi personil beda, kemudian tepat 15 Desember 2019 kami rubah menjadi The Chickens dengan penyegaran formasi baru tapi tetap dengan genre rock. “Sebenarnya kami bangkit karena gitaris kami yang baru, Rifa mensuport penuh,”paparnya.

Sedangkan untuk nama “The Chickens” memiliki dua sisi arti yakni ayam jago bagi mereka yang suka dan untuk mereka yang tidak suka akan mengartikannya sebagai pecundang. “Biarkan saja dan kami tetap berkarya sebagai The Chickens,”jelasnya lagi.

Baca Juga:  Anggid Devaki Tak Mau Terdiam

Mereka pun berharap bisa meraikan blantikan musik di Bali. Begitupun harapannya masyarakat luas bisa menikmati karya mereka. “Dukungan dari seluruh element adalah semangat kami dalam berkarya,”tutupnya. (Red/Pra/IMC)

Digiqole ad