Panitia Gebrax Drum Competition 2020, dari kiri ke kanan Teguh (Rockness), Iwan (KrsOne), Ongky (Studio Versals), Deky Tawas (DeBeat), Gde Kurniawan (DeMores), Krisna (KrsOne)/ inimusik

Gebrax Drum Competition 2020 Diikuti 40 Perserta Bali-Nusra

Gebrax Drum Competition 2020 akan menjadi ajang paling bergengsi di Bali. Kompetisi yang digelar secara online ini akan menjaring drummer terbaik di seluruh Bali – Nusra.

Adalah DeBeat Music Store selaku penggagas dari acara itu yang sekaligus sebagai jawaban atas segala masukan yang datang dari seluruh lapisan masyarakat.

“Sejak awal kami sudah gaungkan untuk mematuhi protokol kesehatan sehingga kompetisi ini kami sepakati di gelar secara online,” kata Deky Tawas selaku pemilik dari DeBeat Music Store dalam sesi jumpa pers yang berlangsung di kawasan Denpasar. Minggu, 4 Oktober 2020.

Mekanisme dari kompetisi ini, lanjut Deky, seluruh peserta akan mengisi bagian drumless dari lagu “Growing Up” milik Kotak dan direkam secara live di studio yang telah ditunjuk oleh panitia. Saat melakukan take peserta diberikan satu kali percobaan untuk menyesuaikan dan mencari kenyamanan dari alat yang disediakan. “Setelah itu mereka bermain sekali take,” paparnya.

Setelah itu, video peserta yang telah selesai cuplikannya akan diunggah melalui akun instagram Gebrax Drum Competition 2020, sedangkankan durasi penuh dari seluruh peserta akan diserahkan ke dewan juri untuk dinilai.

Kompetisi yang digelar untuk pertama kali ini diikuti oleh 40 peserta dari dua kategori yakni anak-anak (maksimal 11 tahun saat melakukan pendaftaran) dan dewasa (lebih dari 11 tahun saat mendaftar).

Lima finalis dari kategori anak-anak dan lima finalish dari kategori dewasa akan tampil secara live di DenFest 2020 untuk memperkuat penilaian dari dewan juri. “Dari sepuluh ini akan disaring menjadi tujuh, tiga juara kategori anak-anak, tiga kategori dewasa dan 1 juara favorit,” lanjutnya.

Disisi lain, Ongky Pranadhita selaku ketua panitia menambahkan, sesi live sesion dilakukan secara sengaja setelah mendapatkan kesepakatan untuk mencari juara. “Bagaimanapun, tampil di studio dan live itu berbeda sangat mempengaruhi psikologis pemain,”terangnya.

Dalam penjurian, panitia pun telah sepakat tidak akan menilai dari sisi sound, panitia akan menilai dari sisi improvisasi, tempo hingga arransementnya. Dan untuk peserta, panitia bekerjasama dengan empat studio musik untuk wilayah Bali Utara ditunjuk studio Demores Musik, Singaraja (8-9 Oktober).

Tabanan dan sekitarnya dilangsungkan di KrsOne Studio (10-11 Oktober), Bali Timur dan sekitarnya di Rockness studio, Gianyar (14-15 Oktober), serta untuk Denpasar  dan sekitarnya berlangsung Studio Versals (16-17 Oktober).

Juri yang terlibat dalam proses penentuan juara adalah Bagus Mantra (drummer) Palel Atmoko (Navicula), Gustu Bramanta (session drummer), Denny Surya (Dialog Dini Hari), dan Nico Feryadi (manajemen band Kotak).

Menutup perbincangan saat itu, Ongky mengatakan jika respon dari masyarakat cukup bagus terbukti dari 40 peserta 6 diantaranya dari NTB dan NTT. “Cukup lama juga tidak ada event seperti ini, semoga talenta Bali segera muncul dan teregenerasi,”tutupnya. (Redaksi/DHI/IMC)

Exit mobile version