Jadi Musisi itu Bukan Urusan Youtube Saja!

 Jadi Musisi itu Bukan Urusan Youtube Saja!

ilustrasi by google/ inimusik

Digiqole ad

Dibeberapa kali kesempatan sempat ngobrol dengan sesama wartawan musik dan juga perbincangan yang sama muncul ketika sedang berkumpul dengan musisi. sebagai seorang musisi dijaman dengan teknologi cukup canggih dan serba cepat ini. Menjadi seorang musisi itu seakan sangat mudah dan siapa saja bisa berpotensi melebeli diri sebagai seorang musisi.

Baca Juga:  Musisi Dunia Berdarah Indonesia

Namun sebenarnya sebagai seorang musisi yang profesional dan tidak sekedar asal mengeluarkan karya lalu nasibnya entah kemana sudah sewajarnya mengetahui dasar – dasar sebagai seorang musisi dan apa saja yang seharusnya dilakukan sebagai seorang musisi tentunya selain kewajiban berkarya.

Seorang musisi sudah seharusnya mampu memanagemen diri sendiri dan “seluruhnya” jika kalian masih mandiri atau belum mampu membayar orang untuk membantu managemen. Ketika kalian mengeluarkan karya sudah sewajarnya kalian membuat pressrelease dan memiliki foto yang cuku keren sebagai pendukung artikel tersebut.

Baca Juga:  Kisah di Balik Lagu "Tinggal Kenangan"

Tidak perlu harus tulisan yang “sempurna” yang penting mencakup 5W + 1H sudah cukup dan dibagian akhir artikel harus kalian cantumkan data diri, media sosial dan contak person yang bisa dihubungi. Hal ini bertujuan jika wartawan yang menerima rilis kalian mereasa kurang maka dengan mudah menghubungi.

Berkomunikasi yang baik dan benar itu sangat diperlukan sebagai seorang musisi saya pribadi sering menemukan hal yang kurang mengenakkan terkait tata cara berkomunikasi. Tidak bermaksud harus ditinggikan semisal begini, jika kalian menghubungi seorang wartawan atau siapapun biasakanlah mengawalinya dengan salam atau basa-basi jangan langsung to the point  namun tidak memberikan keterangan apapun. Musisi dan wartawan (media) ini sangat berkaitan.

Baca Juga:  Lagu Religi Galungan dan Kuningan, dari Berbagai Sudut Pandang

Musisi yang sukses bukan saja diukur dengan seberapa besar viewer karya kalian di media sosial terlebih YouTube. Lebih dari itu, off air kalian itu lebih penting setidaknya menurut saya sebagai seorang wartawan myang lebih berfokus pada musik.

YouTube itu bukan patokan utama dalam kesuksesan apalagi sampai dijadikan motivasi untuk berkarya. Kalian perlu melihat pasar tapi sisi idealis kalian juga wajib dipegang. Kenapa YouTube saya katakan bukan acuan sebab algoritma mereka itu selalu berubah dan ketika berubah maka itu akan berpeluang berkurangnya pemasukan kalian.

Baca Juga:  Bligungyudha: Lagu Ini Lebih Idealis

Kalian wajib tahu segmentasi, dan popularitas seharusnya bukan juga sebagai acuan untuk berkarya. Gunakan pikiran, kreatifitas dan tentunya jangan menjadi plagiat apapun alasannya! Jika kalian lebih serius buatlah WEBSITE agar lebih profesional dan harga pertahun untuk sebuah website sederhana tidak mahal relatif sifatnya.

Ketika kalian jadi musisi seharusnya kalian saling rangkul dan bukan saling menjatuhkan pun di dalam tubuh personel (jika band/ duo/ group) harus saling memahami dan tahu porsi masing-masing. (Red/IMC)