Profil Band Lomba Sihir: Perjalanan Musik yang Penuh Warna

Profil Band Lomba Sihir: Perjalanan Musik yang Penuh Warna

INIMUSIK.COM – Lomba Sihir menjelma sebagai salah satu band alternatif pop terkemuka di Indonesia sejak terbentuk pada 2019. Grup ini lahir dari kolaborasi musisi berbakat yang awalnya mendukung proyek solo Hindia, nama panggung Baskara Putra.

Mereka berhasil mencuri perhatian pecinta musik dengan lagu-lagu yang mencerminkan kehidupan sehari-hari di Jakarta, dikemas dengan sentuhan emosional dan ritme yang menarik hati.

Sejarah Pembentukan Lomba Sihir

Kisah Lomba Sihir bermula ketika Baskara Putra mengajak sejumlah musisi untuk menjadi band pengiringnya di panggung pada pertengahan 2019. Para personel ini, yang sebagian besar terlibat dalam proses rekaman album debut Hindia bertajuk Menari Dengan Bayangan, kemudian memutuskan untuk membentuk grup mandiri.

Nama “Lomba Sihir” diambil dari band kampus lama yang pernah ada, kini menjadi wadah bagi mereka untuk mengeksplorasi berbagai genre musik. Pada akhir 2020, mereka merilis album debut yang langsung mendapat sambutan hangat dari pendengar.

Band ini berkembang pesat di bawah naungan label Sun Eater, dengan setiap anggota membawa pengalaman sebagai produser musik. Mereka sering tampil di berbagai festival dan konser, termasuk mengumumkan rencana tur perdana lewat peluncuran single-single baru. Meski pernah menghadapi tantangan seperti penolakan tampil di acara tertentu, Lomba Sihir tetap konsisten menghasilkan karya yang autentik.

Anggota Band Lomba Sihir

Lomba Sihir diperkuat oleh lima anggota utama yang masing-masing menyumbang warna unik dalam musik mereka. Baskara Putra berperan sebagai vokalis utama, membawa elemen eksperimental dari pengalamannya di Feast dan proyek solo Hindia. Natasha Udu menghadirkan vokal energik yang memperkaya dinamika lagu. Rayhan Noor menangani gitar sekaligus vokal pendukung, memberikan lapisan harmoni yang khas.





Tristan Juliano mengisi posisi keyboard dan vokal, menciptakan melodi yang kaya dan mendalam. Enrico Octaviano duduk di belakang drum, menyokong ritme solid yang menjadi tulang punggung penampilan live mereka. Sebelumnya, Wisnu Ikhsantama W sempat menjadi bassis, tetapi formasi saat ini tetap stabil dan aktif dalam produksi lagu. Setiap personel juga terlibat dalam proyek musik lain, yang memperkaya gaya kolektif band ini.

Diskografi Lomba Sihir

Diskografi Lomba Sihir mencakup album, EP, dan single yang menunjukkan evolusi musik mereka. Album debut Selamat Datang di Ujung Dunia dirilis pada 2021, berisi lagu-lagu seperti “Hati dan Paru-Paru” yang menggambarkan realitas hidup di kota besar. Pada 2025, mereka meluncurkan album kedua Obrolan Jam 3 Pagi, dengan track seperti “Tak Ada Waktu Tepat Untuk Berita Buruk” dan “Mungkin Takut Perubahan”.

Beberapa EP dan single populer mereka termasuk Mungkin Takut Perubahan dengan lagu “Andai Saja” dan “Nirrrlaba”, serta single seperti “Ribuan Memori”, “Semua Orang Pernah Sakit Hati”, dan “Selamanya”. Lomba Sihir juga merilis versi remaster dari “Pesona” pada 2022, tersedia dalam dua varian untuk menjangkau lebih banyak pendengar. Koleksi musik mereka dapat dinikmati di platform seperti Spotify, di mana mereka terus memperbarui katalog lagu.

Prestasi dan Pengaruh Lomba Sihir

Lomba Sihir telah meraih berbagai penghargaan di industri musik nasional, diakui atas konsistensi dan inovasi mereka dalam berkarya. Album debut mereka dipuji sebagai perpaduan genre yang segar, sering digambarkan sebagai “penjara termewah di dunia” yang merefleksikan kehidupan Jakarta.

Pada 2024, mereka menggelar konser showcase untuk merayakan pencapaian, sekaligus memperkenalkan fanbase resmi mereka yang dikenal sebagai Peserta Lomba Sihir.

Keaktifan mereka di media sosial, khususnya Instagram, membuat mereka dekat dengan penggemar, dengan ratusan ribu pengikut yang mengikuti update tentang tur dan rilis baru.



Pertumbuhan popularitas mereka terlihat dari peningkatan views di YouTube dan jumlah streaming, menjadikan Lomba Sihir sebagai salah satu pilar penting dalam scene musik indie Indonesia. Mereka terus berkolaborasi dan tampil, memperkuat posisi sebagai band yang relevan di kancah musik tanah air.

***

ikuti kami di Google News