INIMUSIK.COM – Nama Iwa K atau Iwa Kusuma sudah menjadi sinonim bagi sejarah musik rap di tanah air. Lahir di Bandung pada 25 Oktober 1970, sosok ini muncul sebagai pendobrak di tengah dominasi musik rock yang sangat kuat pada era 80-an. Iwa K membuktikan bahwa rima berbahasa Indonesia bisa terdengar sangat groovy dan menyatu dengan ketukan drum yang dinamis.
Perjalanan karirnya bermula dari kecintaan pada budaya breakdance. Ketertarikan tersebut membawa Iwa membentuk grup rap pertamanya saat duduk di bangku kelas 1 SMA. Tak butuh waktu lama bagi bakatnya untuk tercium industri. Pada tahun 1989, ia bergabung dengan Guest Band dan mulai mencicipi dinginnya ruang rekaman.
Era Keemasan dan Album Ikonik
Tahun 1993 menjadi tonggak sejarah ketika Iwa K merilis album solo perdananya bertajuk Kuingin Kembali. Album ini langsung meledak dan menempatkan Iwa sebagai rapper solo pertama yang sukses secara komersial di Indonesia. Namanya semakin melambung tinggi setahun kemudian lewat album kedua, Topeng (1994), yang membawanya meraih penghargaan bergengsi BASF Award.
Beberapa karya fenomenal yang terus bergema lintas generasi antara lain:
- Bebas: Lagu wajib bagi siapa saja yang ingin merasakan semangat kebebasan.
- Malam Indah: Menggambarkan suasana santai dengan rima yang mengalir lancar.
- Nombok Dong: Lagu bertema basket yang sangat populer di tahun 90-an.
- Kramotak!: Album tahun 1996 yang bahkan mendapatkan predikat Recommended CD di Jepang.
Kualitas video klip “Bebas” garapan Rizal Mantovani pun sempat mencuri perhatian dunia dengan memenangkan MTV Asia Video of The Month pada April 1995.
Eksistensi di Luar Panggung Musik
Iwa K merupakan sosok yang serba bisa. Selain fasih merangkai lirik, ia juga dikenal luas sebagai pembawa acara olahraga yang handal. Kepiawaiannya memandu acara membuatnya berhasil memboyong piala Panasonic Award sebagai Pembawa Acara Olahraga Pria Terbaik selama tiga tahun berturut-turut (1998-2000).
Dunia seni peran juga menjadi pelengkap karirnya. Ia terlibat dalam beberapa judul film layar lebar seperti Kuldesak (1998), Sayap-Sayap Patah (2022), hingga film horor Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul (2023). Kehadirannya di layar kaca maupun layar lebar selalu memberikan warna yang kuat pada setiap karakter yang ia mainkan.
Menjaga Warisan Hip Hop
Meski sempat diterpa badai kehidupan pribadi dan masalah hukum, Iwa K tidak pernah benar-benar meninggalkan dunia yang membesarkan namanya. Ia terus berevolusi dan berkolaborasi dengan rapper muda seperti Saykoji hingga Mario Zwinkle. Bagi Iwa, hip hop adalah medium untuk bersikap jujur dan ekspresif.
Hingga saat ini, Iwa K tetap berdiri sebagai figur sentral yang menginspirasi banyak musisi hip hop generasi baru. Dedikasinya selama lebih dari tiga dekade memastikan bahwa ketukan rap akan terus berdenyut di jantung industri musik Indonesia.
***ikuti kami di Google News








