Soal Album, Ordinary Band Masih Terkendala Waktu

 Soal Album, Ordinary Band Masih Terkendala Waktu

ordinary band/inimusik/foto istimewa

Ordninary band kembali meluncurkan single terbarunya bertajuk “Beli Sing Kal Sebet” melalui platform pemutar video YouTube tepatnya pada 28 Maret 2019.

“Lagu ini lanjutan kolaborasi kami dengan Connan band cuma disini hanya karyanya saja,”ucap Febriyasa sang vocalis saat dihubungi melalui pesan singkat. Minggu (22/9).

Baca Juga:  Kabar Mengejutkan, Tantri Kotak di Ganti Melly Mono?

Febri menegaskan jika lagu tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan lagu “Sebet” yang sukses membuat bandnya itu dikenal luas. Lagu itu nyatanya diambil dari kisah nyata yang dialami langsung oleh temannya Gunawan (Gitaris Connan bad) yang notabene adalah pencipta lagu “Beli Sing Kal Sebet”.

“Banyak yang beransumsi demikian (Bli Sing kal Sebet adalah sambung dari lagu Sebet) nyatanya itu lagu yang berbeda dan sama sekali tidak berkaitan,”tegas Febri.

Lagu yang berkisah tentang cinta segitiga itu pun sukses menyita perhatian penikmat musik Bali, perpaduan lirik dan musiknya yang eazy listening membuat pendengar dengan mudah memahami lagu itu. Tidak banyak perubahan pada band yang terbentuk pada 11 Juli 2014 ini, masih tetap bernuansa pop akustik khas dari Ordinary.

Baca Juga:  DMBP Luncurkan Single Cadangan di Album Pertama “Peluh”

Sebelumnya, band yang diperkuat oleh Febriyasa (Vocal), Dewasana, Agus Dharmawan (Gitar), Restu (Bass), dan Candra (Cajon) ini dikenal melalui lagu berjudul “Sebet” di tahun 2017 kemudian kembali merilis single ke-2 berjudul “Mewali” pada 7 September 2018.

“Ditanggal yang sama sebenarnya kami meluncurkan 2 lagu yakni Mewali dan Dumogi Rahyu. Di lagu Dumomgi Rahayu ini kami duet bersama Connan band,”sambungnya.

Baca Juga:  Melestarikan Bahasa Bali Lewat Lagu, Ini Kata Desu

Ditanya terkait album, Febri mengatakan masih jauh dari bayangan, kendala dana dan kesibukan masih menjadi alasan utama. “Jangankan album, untuk menggarap video clip saja kami masih belum punya waktu. Tapi tidak muluk-muluk kami juga mengharapkan itu (album),”tandasnya.

Ia pun berharap karya dari Ordinary secara khusus bisa diterima secara luas dan bisa jadi reference untuk menemani hari.(Red/Pra/IMC)

musik