Tamara Dai Pelajari Dunia Kecil yang Hampir Ditinggalkan

 Tamara Dai Pelajari Dunia Kecil yang Hampir Ditinggalkan

Tamara Dai dan Eka Gustiwana/ inimusik

Digiqole ad

Apa jadinya jika dua profesi berbeda berkolaborasi di dunia musik? Tentu menjadi hal yang sangat keren. Inilah yang dilakukan oleh Eka Gustiwana (seorang music producer-youtuber kreatif ) dan Tamara Dai (seorang fashion enthusiast, fashion designer dan content creator) yang sukses melahirkan karya perdana “Mistreated” dan telah dirilis melalui platform digital.

Baca Juga:  Manja Rilis Debut Rise

Lagu “Mistreated” dibuat berbahasa Inggris dan bertuliskan tentang pengalaman seseorang yang terlalu lama digantung, atau diperlakukan tanpa kejelasan oleh kekasihnya/gebetannya. Ketika tiba saatnya sang pasangan memberi kepastian, ternyata semua sudah terlambat. 

“Lagu ini kami tulisa berdua yang diadaptasi dari pengalaman kisah percintaan di sekitar kita. Ketika cerita itu disampaikan secara jujur, maka pendengar pun akan merasakan hal yang sama,”ujar Eka Gustiwana. Minggu, (5/4/2020).

Baca Juga:  DJ Yasmin Enggan Bermain "Code"

Eka Gustiwana sebagai produser musik yang punya passion besar untuk menelurkan musisi baru yang berkualitas agaknya tidak pernah berhenti melakukan artist- scouting. Perkenalan tanpa sengaja dengan Tamara Dai ini contohnya, sebagai produser musik, dirinya paham betul jika Tamara Dai memiliki kualitas seorang Iconic Rising Star dengan banyak lagu berkualitas di masa depan.

Bukan hanya sekadar 1 single lalu menghilang, bukan sekedar iseng-iseng ataupun aji mumpung tapi salah satu yang membuat Eka tertarik adalah komitmen, positive vibes, dan semangatnya. Tamara Dai pun mempelajari dunia kecilnya yang sudah hampir lama ditinggalkannya, yaitu musik.

Baca Juga:  Kulminasi II, DDH Dokumentasikan Perjalanan Umat Manusia

Memiliki pengalaman belajar vokal di sekolah musik Elfa, membuat dirinya semakin percaya diri untuk terus kembali mengasah kemampuan vokalnya. Sebagai pendatang baru, ia tau ketika memutuskan untuk terjun ke musik, maka totalitas adalah harga mati, sama seperti dunia fashion yang telah ditekuninya selama ini. Tamara Dai yang sudah memiliki basic kemampuan bernyanyi hanya butuh waktu 2 jam untuk take vocal.

Bukan hanya bernyanyi, ia pun terlibat dalam menentukan taste/rasa dari aransemen musiknya perpaduan 2 sudut pandang berbeda, fashion dan musik, membuat lagu ini terasa begitu unik.

Baca Juga:  Kuburan Bangkit, Saredona Jadi Andalan

Kelugasan pesan lagu ini tersampaikan lewat karakter vokal serak Tamara Dai, membuat semua pria yang mendengar, terutama yang pernah tidak serius dalam berhubungan, setidaknya pasti merasa tersindir dengan lagu ini.