Menatap Masa Depan Lewat “SING PELIH”, Pembuktian Cinta dan Kembalinya Igor Rad Setelah 8 Tahun Vakum

INIMUSIK.COM –
Dunia musik berbahasa Bali kembali kedatangan sebuah karya yang menyentuh sanubari. Setelah memilih menepi selama delapan tahun dari belantika musik, musisi Igor Rad akhirnya resmi menyapa kembali para pencinta musik lewat karya teranyarnya yang bertajuk “SING PELIH“. Momentum kembalinya Igor Rad ini terasa sangat emosional, layaknya seorang perantau yang akhirnya berhasil menemukan jalan pulang ke rumah.
Proses kelahiran lagu ini melewati sebuah perjalanan rasa yang panjang. Ada keraguan yang sempat mampir, serta rasa rindu yang luar biasa untuk kembali berkarya. Hari ini, seluruh keraguan itu sirna dan rindu tersebut lunas terbayar melalui sebuah tembang pop balada romantis yang siap menggetarkan hati pendengarnya.
Deklarasi Hati yang Teguh
Secara harfiah, judul “SING PELIH” memiliki arti “Tidak Salah”. Judul ini sengaja dipilih sebagai sebuah kalimat penegas sekaligus deklarasi hati yang sangat kuat dari seorang pria. Lagu ini membawa pendengar untuk menyelami lubuk hati terdalam seorang pria yang sedang dilanda rasa syukur luar biasa atas kehadiran sang kekasih.
Melalui bait-bait liriknya, “SING PELIH” mengisahkan perjalanan rasa seorang pria yang terpikat oleh keindahan jiwa, ketulusan, serta kenyamanan yang dihadirkan oleh seorang wanita. Kehadiran sosok wanita ini secara perlahan mengubah seluruh sudut pandangnya dalam menatap masa depan. Bagi sang pria, wanita tersebut adalah jawaban konkret atas segala doa dan pencarian panjangnya selama ini.
Di tengah dunia yang penuh dengan ketidakpastian, pria ini berhasil menemukan jangkar hidupnya. Rasa nyaman, aman, dan damai yang selalu hadir di dekat sang kekasih melahirkan sebuah keyakinan yang mutlak. Memilih wanita tersebut sebagai pendamping hidup merupakan keputusan terbaik dan kebenaran paling indah dalam hidupnya.
Sentuhan Aransemen yang Hangat dan Personal
Kekuatan cerita dalam lagu ini kian hidup berkat balutan aransemen musik yang manis dan hangat. Alunan lagu dimulai dengan petikan gitar akustik yang intim serta dentingan piano yang lembut. Nuansa musik kemudian perlahan tumbuh menjadi megah saat memasuki bagian chorus, secara sempurna menggambarkan meluapnya rasa bahagia dan keyakinan sang pria.
Kombinasi vokal yang penuh penghayatan membuat lagu ini terasa sangat personal. Saat mendengarkannya, pendengar seolah diajak mendengarkan langsung bisikan isi hati seorang pria di telinga kekasihnya.
Melihat kedalaman makna dan keindahan melodinya, “SING PELIH” sangat cocok untuk melengkapi momen-momen sakral, seperti:
- Lagu Pernikahan (Wedding Song): Sangat pas diputar saat prosesi pernikahan atau sebagai lagu latar video pre-wedding untuk menggambarkan komitmen seumur hidup.
- Ungkapan Isi Hati: Menjadi wakil suara bagi para pria yang barangkali tidak pandai merangkai kata, namun ingin meyakinkan pasangan bahwa mereka siap melangkah bersama ke jenjang pelaminan.
Secara menyeluruh, lagu ini merupakan sebuah ode untuk sebuah pilihan hidup yang tepat, sebuah janji suci bahwa sang pria telah menemukan pelabuhan terakhir tempat hatinya bersandar.
Proses Kreatif yang Hangat di Desa Panji
Karya yang sarat akan makna ini lahir dari tangan-tangan dingin para pegiat seni lokal. Lagu “SING PELIH” merupakan ciptaan langsung dari Igor Rad. Urusan aransemen musik diserahkan kepada penata musik Gede Satriawan, sementara proses perekaman vokal (take vocal) dipandu oleh Giri Astawa. Untuk bagian visual, klip video lagu ini disutradarai oleh Bali Atmosphere Picture.
Menariknya, proses kreatif penulisan dan penggodokan lagu ini berlangsung dengan suasana yang sangat hangat dan penuh kekeluargaan. Seluruh tim berproses bersama di Warung Jujur milik Ajik Alit Arsana yang berlokasi di Desa Panji, sebuah tempat yang juga dikenal sebagai lokasi siniar (podcast) Warta Sunari Bajra. Unsur kekeluargaan ini kian kental karena model yang dilibatkan dalam video klip lagu ini merupakan satu keluarga utuh dari Warta Sunari Bajra.
“SING PELIH” kini sudah siap dinikmati, sebuah persembahan jujur yang membuktikan bahwa cinta sejati dan karya yang tulus tidak akan pernah salah menemukan jalannya.
***ikuti kami di Google News