Lagu Dayung Sampan Lahir dari Kedekatan dengan Pendengar Radio

Lagu Dayung Sampan Lahir dari Kedekatan dengan Pendengar Radio
📷 Ngurah Panji dan Gek Ratih saat tampil membawakan lagu Dayung Sampan/ inimusik

INIMUSIK.COM – Berawal dari duet manis ketika siaran radio, akhirnya dua penyanyi ini memutuskan untuk berkolaborasi dan juga atas dukungan dari para penggemarnya. Kolaborasi itu tertuang melalui lagu berjudul Dayung Sampan.

Sebagaimana diketahui bawha Ngurah Panji dan Gek Ratih (Lunar Bali) ini sangat dekat dengan para pendengarnya, khususnya penggemar program BBS (Bali Bungan Sandat) yang mereka pandu bersama di Radio AR.

Gagasan untuk membuat lagu duet muncul setelah keduanya berulang kali menerima respons positif dari pendengar. Kekompakan saat membawakan program siaran menjadi salah satu hal yang mendorong para pendengar menyarankan agar mereka mengabadikan kebersamaan tersebut melalui sebuah karya musik.

Ngurah Panji mengungkapkan bahwa ide tersebut awalnya datang dari para penggemar yang melihat kecocokan mereka ketika bersiaran.

“Duet ini terealisasikan berkat dukungan dari fans radio, khususnya penggemar acara program BBS (Bali Bungan Sandat) yang kita asuh berdua di Radio AR,” ungkap Ngurah Panji disela penampilannya Sabtu, 7 November 2026 di Kuta.

Respons pendengar kemudian menjadi bahan pembicaraan serius di antara keduanya. Mengingat Ngurah Panji dan Gek Ratih sama-sama memiliki pengalaman di dunia hiburan, mereka melihat peluang untuk mengembangkan kerja sama yang selama ini terjalin melalui aktivitas penyiaran dan pekerjaan sebagai pembawa acara.





Ide tersebut selanjutnya disampaikan kepada pihak produser Candra Production, Gede Arya. Setelah melalui pembahasan, rencana pembuatan lagu duet itu mendapat persetujuan dan mulai direalisasikan.

Proses Rekaman Dayung Sampan dan Penyesuaian Karakter Vokal

Proses penggarapan Dayung Sampan menghadirkan pengalaman tersendiri bagi Ngurah Panji. Ia mengaku harus melakukan penyesuaian dalam membawakan lagu tersebut, terutama dari segi karakter dan jangkauan vokal.

Dalam proses rekaman, ia tidak menggunakan nada yang selama ini menjadi kebiasaannya ketika bernyanyi. Penyesuaian tersebut sempat menimbulkan perasaan kurang nyaman karena karakter vokal yang digunakan terasa berbeda dari gaya bernyanyinya sendiri.

“Di sini saya memang tidak bernyanyi dengan nada standar saya, jadi rasanya seperti ada yang kurang pas,” tuturnya.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Ngurah Panji tetap optimistis karya mereka dapat diterima oleh pencinta musik Bali. Ia berharap Dayung Sampan mampu menjangkau pendengar dari berbagai kalangan dan menjadi tambahan pilihan lagu duet dalam perkembangan musik daerah.

Bagi keduanya, proses produksi ini juga menjadi ruang belajar untuk saling memahami karakter masing-masing. Perbedaan pengalaman dan gaya bermusik menjadi bagian dari proses yang harus dijalani agar hasil kolaborasi terdengar selaras.



Kisa di Balik Lagu Dayung Sampan

Menurut Gek Ratih, lagu ini mengisahkan tentang seseorang yang menjadi makcoblang. Namun dalam perjalannya malah dialah yang jadian dengan yang dicomblangin itu. “Ini mirip seperti kisah saudara saya,” pungkasnya.

Perbedaan Usia Membawa Tantangan dalam Penampilan Panggung

Gek Ratih dan Ngurah Panji dalam video klip Dayung Sampan
Gek Ratih dan Ngurah Panji dalam video klip Dayung Sampan/ inimusik

Selain persoalan vokal, Ngurah Panji juga menghadapi tantangan dalam menyesuaikan penampilan. Perbedaan usia yang cukup jauh dengan Gek Ratih membuatnya perlu memberikan perhatian lebih terhadap gaya busana, rambut, hingga keseluruhan penampilan ketika tampil bersama.

Ia bahkan harus mengubah gaya rambut dengan memotongnya lebih pendek dan melakukan pewarnaan agar penampilannya terlihat lebih segar serta sesuai dengan konsep duet mereka.

Ngurah Panji menceritakan bahwa penyesuaian tersebut menjadi salah satu pengalaman menarik selama mempersiapkan kolaborasi.

“Tantangan yang saya harus terima yaitu dari style, mulai dari gaya kostum dan gaya rambut. Karena umur kita terpaut beda jauh, jadi saya dituntut untuk bisa mengimbangi Gek Ratih agar terlihat sedikit milenial,” jelasnya.

Ia juga menggambarkan perbedaan usia mereka dengan perumpamaan yang cukup mengundang perhatian.

“Ibaratkan duet antara bapak sama anak,” ujarnya.

Menurut Ngurah Panji, penyesuaian penampilan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk membangun keserasian ketika berada di atas panggung. Ia menyadari bahwa sebuah pertunjukan duet memerlukan keselarasan dalam banyak aspek, termasuk penampilan visual yang dapat mendukung karakter pasangan penyanyi.

Dayung Sampan Membuka Peluang Kolaborasi MC dan Penyanyi

Kehadiran Dayung Sampan turut memberikan peluang baru bagi Ngurah Panji dan Gek Ratih dalam mengembangkan aktivitas profesional mereka di dunia hiburan Bali.

Sebelumnya, keduanya lebih sering menerima pekerjaan sebagai pembawa acara dalam format MC couple. Setelah memiliki lagu duet, cakupan pekerjaan mereka berpotensi berkembang menjadi paket hiburan yang menggabungkan pembawa acara dan penampilan musik.

Ngurah Panji menilai kehadiran karya bersama ini dapat memperkuat konsep hiburan yang mereka tawarkan kepada masyarakat.

“Dengan hadirnya lagu duet ini, saya bisa lebih memaksimalkan lagi job-job paket kita. Karena selama ini kadang hanya job MC couple, tetapi sekarang sudah bisa lebih, yaitu MC couple dan nyanyi,” katanya.

Format tersebut memberikan nilai tambah dalam aktivitas panggung mereka. Keduanya dapat menawarkan penampilan yang lebih beragam untuk berbagai kegiatan, mulai dari acara keluarga, kegiatan masyarakat, hingga hiburan yang membutuhkan pembawa acara sekaligus pengisi musik.

Bagi Ngurah Panji, perkembangan ini menjadi bagian dari perjalanan karier yang terus dibangun melalui pengalaman dan kesempatan baru.

Melestarikan Musik Bali Menjadi Tujuan Utama

Di balik proses produksi dan berbagai penyesuaian yang dilakukan, Ngurah Panji dan Gek Ratih memiliki tujuan yang sama, yakni ikut menjaga keberlangsungan seni budaya Bali melalui musik.

Mereka berharap karya duet ini dapat menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus memberikan dorongan kepada generasi muda agar tetap memiliki ketertarikan terhadap musik Bali.

Ngurah Panji memandang perjalanan menjadi penyanyi membutuhkan proses panjang. Kemampuan bernyanyi memang menjadi modal awal, tetapi pengakuan dari masyarakat dan pencinta musik memerlukan konsistensi, pengalaman, serta kerja keras.

“Menjadi seorang penyanyi gampang, tetapi untuk mendapatkan pengakuan menjadi seorang penyanyi itu yang butuh proses, tidak semudah membalikkan telapak tangan,” ungkapnya.

Ia juga menyadari bahwa perjalanan setiap penyanyi memiliki dinamika berbeda. Ada yang memperoleh popularitas dalam waktu singkat melalui satu lagu, sementara yang lain harus melewati berbagai tahapan sebelum mendapatkan perhatian publik.

Bagi dirinya dan Gek Ratih, konsistensi dalam berkarya tetap menjadi pegangan. Mereka memilih terus belajar, memperbaiki kemampuan, dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk berkembang di industri hiburan Bali.

Semangat tersebut sejalan dengan yel-yel yang menjadi identitas keluarga besar Candra Production, yaitu Melangkah Maju Bersama.

Apresiasi untuk Keluarga, Sahabat, Media, dan Pendukung

Ngurah Panji turut menyampaikan apresiasi kepada keluarga, sahabat, media, serta para penggemar radio di berbagai wilayah Bali yang selama ini memberikan dukungan kepada dirinya dan Gek Ratih.

Ia menilai dukungan tersebut memiliki peran dalam perjalanan terwujudnya Dayung Sampan, sejak gagasan awal muncul hingga karya tersebut dapat diperkenalkan kepada masyarakat melalui acara peluncuran.

Kesuksesan acara peluncuran lagu ini juga tidak terlepas dari bantuan sejumlah pihak yang ikut memberikan dukungan. Ngurah Panji secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Gede Arya, Jro Anik Mas, Desak Manik dari Dapur Alam, Yoga dari Sunbright Bali, serta Hadi Bagas.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih ada pihak yang belum sempat disebutkan satu per satu.

Melalui Dayung Sampan, Ngurah Panji dan Gek Ratih berharap dapat terus menjaga hubungan baik dengan para pendengar sekaligus memperluas kontribusi mereka dalam dunia musik dan hiburan Bali.

Profil Ngurah Panji

Profil Gek Ratih

Informasi Produksi Lagu Dayung Sampan

Sebagai tambahan informasi, bahwa lagu ini sejatinya sudah ada sejak 2 tahun lalu, namun pelantun Doyan Janda ini menegaskan baru kali ini ada waktu yang tepat untuk merilisnya.

***

ikuti kami di Google News