Fakta Menarik Bob Marley, Krisis Identitas Hingga Nama Parasit

 Fakta Menarik Bob Marley, Krisis Identitas Hingga Nama Parasit

Bob Marley/foto by google/inimusik

Digiqole ad

Hari ini, 6 Februari 2020, tepat 75 tahun lalu sang legenda reggae lahir di Jamaika. Nama aslinya adalah Nesta Robert Marley, tapi kemudian ditukar menjadi Robert Nesta Marley dan hingga kini dikenal dengan Bob Marley.

Ayahnya adalah seorang pria keturunan kulit putih bernama Norval Sincalir, sedangkan ibunya berkulit hitam bernama Cordell Marley. Sejak kecil ia sering dipanggil ‘White’ karena kulitnya yang lebih terang dari orang-orang Jamaika lainnya. Ia sering mengalami dilema di dalam hidupnya karena memiliki darah campuran ini.

Baca Juga:  Mukarakat, Perkenalkan Budaya Timur Melalui Musik

Komunitas kulit putih tidak mau mengakuinya, begitu juga komunitas kulit hitam. Karena di jaman itu, perbedaan ras masih sangat berpengaruh di dalam kehidupan sosial. Bahkan, ayahnya sendiri pun tidak mau mengakuinya, dan meminta agar Robert diberi nama keluarga ibunya.

Sejak kecil, konon ia bisa meramal dengan membaca telapak tangan orang. Sering sekali ramalannya ini benar. Namanya menjadi terkenal sebagai pembaca garis tangan di usianya yang masih sangat muda.

Baca Juga:  Sempat Tertunda, Album Kompilasi Dewata Creative Akhirnya Dirilis

Bahkan, Ia sendiri meramal bahwa dirinya akan terkenal sebagai penyanyi. Ketika kemudian ramalannya terbukti benar, ia memutuskan untuk berhenti membaca garis tangan orang lain untuk selamanya.

Bob Marley sempat ditembak ketika ia mempersiapkan diri untuk tampil di sebuah konser perdamaian, seseorang datang ke rumahnya dan menembaknya. Orang ini sampai sekarang tidak diketahui identitasnya.

Bob sempat terluka, dan memutuskan untuk tetap manggung di acara perdamaian itu. Ia berkata bahwa jika ia urun tampil, maka para penjahat akan mendapatkan kemenangan.

Baca Juga:  Gus Teja Uji Coba Bali Blues Festival Sebelum Tampil di Taiwan

Agama dari Bob Marley adalah Rastafarian. Ras Tafari sendiri adalah nama seorang pria yang dinobatkan sebagai raja Ethiopia pada tahun 1930. Nama aslinya adalah Haile Selassie.

Penganut Rastafarian percaya bahwa Haile Selassie adalah Mesias yang datang untuk membebaskan kaum kulit hitam. Tuhan mereka disebut ‘Jah’ yang merupakan kependekan dari Jehovah atau Yahweh.

Meskipun secara  doktrin agama ini dianggap sebagai sekte yang sah dari Kristen Ortodoks, Rastafari agak sulit untuk dipahami oleh orang non-Jamaika. Salah satunya adalah bahwa para penganut Rastafarian merokok ganja dan memakai rambut gimbal. Kedua Kebiasan yang menurut mereka berasal dari Injil Perjanjian Lama.

Baca Juga:  Ubud Band Lepas Kisah 347 Hari

Tidak sampai di sana, Album Bob Marley and The Wailers “Legend”, kompilasi greatest hits-nya, adalah album terlaris reggae sepanjang masa dengan lebih dari 15 juta kopi terjual di Amerika Serikat dan sekitar 25 juta kopi terjual di seluruh dunia.

Pada tahun 2003, album ini menduduki peringkat nomor 46 dalam daftar majalah Rolling Stone dari 500 album terbesar sepanjang masa. Sampai hari ini, album “Legend” telah bertengger selama total 348 minggu di Billboard album chart – jangka terpanjang keempat dalam sejarah.

Bahkan, Ahli biologi Arkansas State University, Paul Sikkel, adalah penggemar Bob Marley, dan ia memutuskan untuk memberi nama parasit baru yang ditemukannya setelah nama bintang reggae legendaris tersebut.

Baca Juga:  Manja Rilis Debut Rise

Parasit, yang memakan darah ikan di perairan Karibia itu, dinamai Marley karena Sikkel begitu menghormati dan mengagumi Bob Marley. Dia menjelaskan, “spesies ini unik yang hanya ada di Karibia, seperti Marley.” (Red/Dhi/net)