INIMUSIK.COM – Band For Revenge telah menjadi bagian penting dari scene musik rock alternatif di Indonesia sejak lebih dari satu dekade lalu. Berasal dari Bandung, grup ini dikenal dengan lagu-lagu yang menyentuh tema patah hati, perjuangan, dan emosi mendalam.
Mereka menggabungkan elemen pop punk awal dengan pengaruh post hardcore yang semakin kuat seiring waktu. Penggemar sering menyebut mereka dengan singkatan fR, dan perjalanan mereka penuh dengan perubahan formasi serta evolusi musik yang menarik perhatian pendengar luas.
Sejarah Pembentukan dan Perkembangan Band For Revenge
For Revenge resmi terbentuk pada 18 April 2006 di Bandung. Pendiri awal termasuk Archims Pribadi di drum, Abie Nugraha di bas, dan Hagie Juliandri di gitar. Saat itu, mereka masih remaja SMA yang gemar memainkan lagu-lagu pop punk dari band seperti Blink 182 dan Sum 41.
Tahun 2007 membawa tambahan personel: Finz Yuniar sebagai vokalis, Irman Syaiful di gitar, dan Faisal Riant di keyboard. Perubahan ini mengarahkan musik mereka ke post hardcore, terinspirasi dari grup seperti A Skylit Drive dan Chiodos. Mereka mulai tampil di acara kecil di Bandung dan merilis singel awal seperti “Airplane”, “God Save Me”, dan “You Can Try To Dance Or Die”.
Tahun 2009 menandai perubahan besar ketika Finz, Irman, dan Faisal meninggalkan band. For Revenge kemudian merekrut Adistya Pratayangsha di gitar dan Boniex Noer sebagai vokalis. Periode ini menghasilkan singel “Nala & Ufo” serta “Roborovski”.
Album debut mereka, Fireworks, rilis pada 2010 dengan 10 lagu, termasuk “Termentahkan”. Adistya keluar tak lama kemudian, dan Arief Ismail bergabung sebagai gitaris. Pada 2011, singel “Fiksi” mulai menarik perhatian stasiun radio lokal di Bandung.
Pada 2013, album kedua Second Chance keluar di bawah label Off The Records dengan 11 lagu berbahasa Indonesia, seperti “Sendiri”, “Permainan Menunggu”, “Lentera”, dan “Pulang”. Singel “Sendiri” bahkan mendapat nominasi di ajang VIMA. Namun, Abie Nugraha keluar karena pindah ke Samarinda, dan band memasuki masa hiatus pada 2015 akibat kejenuhan serta konflik internal.
Kembalinya For Revenge terjadi pada 2016 dengan rekrutan baru: Ozo Utomo sebagai vokalis dan Izha Muhammad di bas. Singel “Why We Fall” menjadi penanda kebangkitan mereka. Ozo digantikan Simon Simorangkir pada 2018, yang membawa album ketiga Auristella pada Januari 2019 dengan 9 lagu, termasuk “The Universe”. Simon keluar pada 2019 karena perbedaan visi musik.
Akhir 2019 membawa Boniex Noer kembali sebagai vokalis atas permintaan penggemar. Tahun 2020 menghasilkan singel “Derana” dan “Serana”, diikuti kolaborasi seperti “Perayaan Patah Hati” dengan Wira Nagara dan “Jentaka” dengan Faizal Permana. Pada 2021, “Jakarta Hari Ini” bersama StereoWall menjadi hit.
Album mini Get Closer with For Revenge rilis pada Desember 2021 dengan 5 lagu akustik orkestra. Singel “Jeda” dan “Untuk Siapa?” menyusul pada 2022, sebelum album keempat Perayaan Patah Hati – Babak 1 keluar pada September. Akhir tahun itu, tiga singel baru muncul: “Demi Semesta”, “Tak Mengalah”, dan versi baru “Pulang”.
Periode 2023 hingga sekarang semakin produktif. Kolaborasi dengan Fiersa Besari di “Ada Selamanya” dan Wika Salim di “Jeda” memperluas jangkauan mereka. Album live Orkestra Perayaan Patah Hati di Niti Mandala Renon rilis pada Agustus 2023, direkam di Bali dengan orkestra Sundaram String dan paduan suara Gema Karmany Swara Smansa. Versi “Denpasar Hari Ini” menjadi sorotan.
Pada 2024, mereka bergabung dengan Sony Music Indonesia dan merilis “Sadrah”, “Penyangkalan”, serta “Semula”. Awal 2025, album mini Sebelum Merayakan hadir dengan 5 lagu akustik kolaborasi bersama Elsa Japasal, Wira Nagara, dan Meiska Adinda. Album kompilasi Pop Art Superhits Collection menyusul pada Juni 2025 di bawah HP Music & Jagonya Music & Sport Indonesia.
Daftar Anggota Band For Revenge
Formasi band For Revenge telah berubah beberapa kali, mencerminkan dinamika kreatif mereka. Anggota saat ini mencakup musisi inti yang telah bertahan melalui berbagai fase.
Anggota Saat Ini
- Moch Boniex Nurwega: Vokalis (bergabung 2009–2015, kembali 2019–sekarang)
- Arief Ismail: Gitaris (bergabung 2009–2020, kembali 2022–sekarang)
- Izha Muhammad: Bassis (bergabung 2013–sekarang)
- Archims Pribadi: Drumer dan perkusionis (pendiri, 2006–sekarang)
Mantan Anggota
- Hagie Juliandri: Gitaris (2006–2019)
- Finz Yuniar: Vokalis (2007–2009)
- Irman Syaiful: Gitaris (2007–2009)
- Faisal Riant: Keyboardis (2007–2009)
- Abie Nugraha: Bassis (2006–2013)
- Adistya Pratayangsha: Gitaris (2009–2010)
- Rangga Branco: Gitaris tambahan (2013)
- Hangga Dustin Irawan: Vokalis (2015)
- Abiyoso Utomo: Vokalis (2016–2018)
- Simon Simorangkir: Vokalis (2018–2019)
- Chikal Nurzaman: Gitaris (2019–2022)
- Muhammad Rizky S: Keyboardis (2016–2017)
- Pras Goldinantara Sukmana: Gitaris (2020–2022)
Diskografi Lengkap For Revenge
Diskografi For Revenge mencakup album studio, live, mini, kompilasi, dan puluhan singel. Karya mereka tersebar di berbagai label seperti Off The Records, Selfmade Records, Didi Music, dan Sony Music Indonesia.
Album Studio
- Fireworks (2010) – 10 lagu, termasuk “Termentahkan”
- Second Chance (2013) – 11 lagu, termasuk “Sendiri” dan “Permainan Menunggu”
- Auristella (2019) – 9 lagu, termasuk “The Universe”
- Perayaan Patah Hati – Babak 1 (2022) – Fokus pada tema emosional
Album Live
- Orkestra Perayaan Patah Hati di Niti Mandala Renon (2023) – Rekaman konser di Bali
Album Mini
- Get Closer with For Revenge (2021) – 5 lagu akustik orkestra
- Sebelum Merayakan (2025) – 5 lagu akustik dengan kolaborasi
Album Kompilasi
- Pop Art Superhits Collection (2025)
Singel Utama
Beberapa singel populer termasuk:
- “Why We Fall” (2016)
- “Serana” (2020)
- “Derana” (2020)
- “Perayaan Patah Hati” feat. Wira Nagara (2020)
- “Jentaka” feat. Faizal Permana (2020)
- “Jakarta Hari Ini” feat. StereoWall (2021)
- “Jeda” (2022)
- “Untuk Siapa?” (2022)
- “Demi Semesta” (2022)
- “Tak Mengalah” (2022)
- “Ada Selamanya” feat. Fiersa Besari (2023)
- “Sadrah” (2024)
- “Penyangkalan” (2024)
- “Semula” (2024)
- “Menunggu Giliran” feat. Elsa Japasal (2025)
- “uKYdS” feat. Stand Here Alone (2025)
Banyak singel ini disertai video musik yang melibatkan sutradara dan aktor ternama, seperti Pevita Pearce untuk “Derana” dan “Serana”.
Prestasi dan Pengakuan For Revenge
For Revenge telah mendapat pengakuan di scene musik Indonesia. Singel “Sendiri” dari album Second Chance mendapat nominasi Best Rock Song di VIMA 2013. Pada 2023, mereka dinominasikan Best Rock Performance di Hammersonic Awards dan Duo/Grup/Grup Vokal/Kolaborasi Pop Terbaik di Anugerah Musik Indonesia untuk “Untuk Siapa?”.
Tahun 2024, nominasi serupa datang untuk “Sadrah” di AMI. Kolaborasi mereka dengan musisi lain memperkuat posisi di industri, sementara album live di Bali menunjukkan kemampuan mereka dalam pertunjukan besar.
***ikuti kami di Google News








