Sempat Dituduh Band Titipan Saat Manggung di Bali, Begini Profil Band Biru Baru Asal, Sosial Media dan Asal Mereka

INIMUSIK.COM – Biru Baru merupakan band yang berasal dari Kota Tangerang menjadi buah bibir dan dituduh sebagai band titipan ketika mereka tampil dalam sebuah acara musik di Gianyar Bali Sabtu, 4 Juli 2026.
Tuduhan itu dilontarkan oleh seseorang melalui sosial media. Namun kita tidak membahas hal tersbut, mari kita fokus pada perjalanan mereka hingga sukses menghibur ribuan pasang telinga malam itu.
Panggung musik independen Indonesia selalu punya cara untuk melahirkan warna baru. Salah satu yang paling memikat perhatian dalam beberapa tahun terakhir adalah Biru Baru.
Duo ethnic art pop asal Tangerang Selatan ini digawangi oleh Clemens Goldan Divembryan Tambayong (Goldan) dan Talitha Belinda Esmeralda (Tata).
Sejak terbentuk pada tahun 2018, mereka konsisten menawarkan eksperimen audio yang berani: mengawinkan ketukan musik elektronik modern dengan denting dan bunyi-bunyian instrumen tradisional Indonesia.
Langkah awal mereka di industri musik terekam lewat singel debut berbahasa Indonesia bertajuk “Sejenak” yang rilis pada Agustus 2020. Lagu yang lahir di tengah situasi pandemi ini menangkap keluh kesah masyarakat secara jujur melalui lirik sederhana namun dibalut aransemen yang unik.
Respons penikmat musik lokal ternyata luar biasa. Singel ini dengan cepat menyebar, memicu animo tinggi, dan langsung menempatkan nama Biru Baru ke dalam jajaran musisi baru yang patut diperhitungkan.
Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk menancapkan taji. Pada November 2020, menyusul peluncuran singel “Sejenak” dan “Kapal Pesiar”, Biru Baru resmi merilis album studio perdana mereka yang diberi judul Selamat Datang. Dalam setiap karyanya, Goldan dan Tata tidak hanya berdiri di depan mikrofon sebagai vokalis. Keduanya memegang kendali penuh di balik layar sebagai komposer sekaligus produser yang meramu sendiri aransemen musik mereka.
Dari Baris Paskibra Menuju Panggung Musik
Jika menilik ke belakang, dinamika hubungan kedua personel ini memiliki latar belakang yang unik. Jauh sebelum nama Biru Baru dikenal publik, ikatan kreatif antara Goldan dan Tata justru bermula dari lapangan upacara. Mereka pertama kali dipertemukan dalam kegiatan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat kota pada tahun 2015. Berasal dari sekolah yang berbeda, keduanya mendadak ditunjuk oleh senior untuk tampil mengisi acara pendidikan dan pelatihan (diklat) Paskibra.
Pertunjukan perdana itu menjadi saksi kolaborasi awal mereka saat membawakan lagu milik Sam Smith. Kedekatan mereka berlanjut setelah kegiatan Paskibra usai. Mulai dari sering berkunjung ke rumah untuk membuat video cover lagu bersama, mereka menjalin pertemanan erat selama lima tahun, bahkan sempat melewati fase sebagai sepasang kekasih sebelum akhirnya memutuskan untuk berpisah.
Menariknya, status sebagai mantan kekasih tidak membuat komunikasi mereka terputus. Hubungan unik ini bahkan sempat menarik perhatian publik secara luas ketika keduanya muncul dalam konten video di kanal YouTube Cretivox, seperti segmen “MANTAN MAIN PERNAH ENGGA PERNAH” dan “5 Menit Memandang Wajah Mantan”.
Setelah hubungan asmara mereka berakhir, Goldan dan Tata tetap berteman baik dan mendirikan sebuah rumah produksi mini. Rasa bosan di depan komputer saat mengelola bisnis tersebut justru memicu kreativitas baru. Mereka mulai mengulik instrumen MIDI hingga terciptalah lagu “Mapple”, karya eksperimental awal mereka. Kesamaan selera musik, terutama kecintaan bersama terhadap band Coldplay serta ketertarikan pada musisi-musisi lokal yang diperkenalkan oleh Goldan, menjadi perekat utama yang membuat visi bermusik mereka tetap sejalan hingga sekarang.
Eksplorasi Karya dan Konser Perayaan
Perjalanan lima tahun mengarungi industri musik dirayakan secara istimewa oleh Biru Baru pada Oktober 2023. Duo ini sukses menggelar konser tunggal bertajuk “Berlayar” di kawasan Jakarta Selatan sebagai bentuk syukur atas konsistensi dan karya-karya yang telah mereka lahirkan.
Eksplorasi mereka terus bergerak maju. Biru Baru kemudian merilis singel bertajuk “Semua Telah Terjadi”. Dalam lagu ini, mereka berkolaborasi dengan gitaris dan vokalis Barasuara, Iga Massardi. Proses produksi singel ini juga melibatkan nama-nama besar di balik layar; proses mixing digarap oleh Tama (personel Lomba Sihir dan band metal SEDA), sementara proses mastering dipercayakan kepada Dimas Pradipta.
Puncaknya terjadi pada Juli 2025. Biru Baru resmi menetaskan album studio ketiga mereka yang diberi judul BIRU. Melalui album terbaru ini, Goldan dan Tata menyuguhkan untaian kisah yang sangat personal. Album BIRU menjadi ruang bagi keduanya untuk menumpahkan kejujuran emosional yang mereka rekam sepanjang perjalanan hidup dan karier bermusik. Kini, seluruh diskografi dan karya-karya Biru Baru sudah dapat dinikmati melalui berbagai platform pemutar musik digital.
***ikuti kami di Google News