Kangen Band Bubar, Dodhy Singgung Kezaliman di Internal Band

Kangen Band Bubar, Dodhy Singgung Kezaliman di Internal Band
📷 Kangen Band Bubar, Dodhy Singgung Kezaliman di Internal Band/ (Instagram :@dodhyofficial/inimusik)

INIMUSIK.COM – Gitaris sekaligus pendiri Kangen Band, Dodhy Hardiyanto atau yang dikenal sebagai Dodhy Kangen, mengumumkan pembubaran grup musik asal Lampung tersebut. Pernyataan itu disampaikan melalui akun Instagram resminya pada Sabtu (12/9/2026).

Dalam unggahan tersebut, Dodhy menampilkan foto para anggota Kangen Band. Pada bagian bawah foto terdapat tulisan berukuran besar yang berbunyi “BUBAR”. Unggahan itu langsung mendapat perhatian warganet dan hingga pukul 18.30 WIB telah mengumpulkan sekitar 11,3 ribu tanda suka.

Dodhy menyebut keputusan membubarkan Kangen Band berkaitan dengan adanya persoalan yang ia sebut sebagai kezaliman. Ia juga mengungkapkan bahwa persoalan tersebut telah lama dipendam dan membuatnya menyimpan rasa sakit.

“Bismillah saya dengan sadar menyatakan kangen band bubar di karnakan ada kezoliman di dalam nya, saya selaku owner dan founder kangen band sudah menyimpan rasa sakit ini sekian lama,” tulis Dodhy melalui akun Instagram @dodhyofficial.

Dodhy Singgung Persoalan Internal Kangen Band

Dalam pernyataannya, Dodhy tidak menjelaskan secara rinci bentuk kezaliman yang dimaksud. Ia juga belum memaparkan siapa saja pihak yang menurutnya terlibat dalam persoalan tersebut.

Pernyataan itu kemudian memunculkan dugaan adanya masalah internal yang melibatkan personel Kangen Band atau pihak manajemen. Namun, sampai pernyataan tersebut disampaikan, belum ada penjelasan lebih lanjut dari Dodhy mengenai kronologi maupun persoalan yang menjadi latar belakang keputusannya.





Dodhy kemudian memberikan peringatan kepada mantan personel Kangen Band dan pihak event organizer (EO) yang terlibat dalam pertunjukan mereka. Ia melarang penggunaan lagu-lagu ciptaannya dalam penampilan yang melibatkan mantan anggota band tersebut.

“Untuk para personil yang terlibat dan para EO, dilarang keras member dari ex kangen band membawa lagu2 ciptaan saya, saya ucapkan terima kasih sebesar besar nya,” tulis Dodhy.

Pernyataan tersebut berkaitan dengan posisi Dodhy sebagai salah satu sosok utama di balik karya-karya Kangen Band. Selain menjadi gitaris, ia juga dikenal sebagai pencipta sejumlah lagu yang dibawakan grup tersebut.

Larangan itu membuat pengumuman pembubaran Kangen Band tidak sekadar berkaitan dengan keberlangsungan grup. Dodhy juga membawa persoalan mengenai penggunaan lagu ciptaannya dalam kegiatan pertunjukan setelah pembubaran.

Perjalanan Kangen Band Sejak 2005

Kangen Band merupakan grup musik asal Lampung yang mengusung warna pop Melayu. Band ini dibentuk pada 4 Juli 2005 oleh Dodhy bersama sejumlah rekannya.

Dalam perjalanan kariernya, Kangen Band menghasilkan enam album dan 20 single sejak mulai berkiprah pada 2005. Grup ini kemudian dikenal luas melalui sejumlah lagu yang menjadi bagian dari perjalanan musik populer Indonesia pada era 2000-an.



Beberapa lagu Kangen Band yang dikenal publik antara lain “Tentang Aku, Kau, dan Dia”, “Yolanda”, dan “Pujaan Hati”. Lagu-lagu tersebut ikut memperkuat popularitas Kangen Band di tengah maraknya musik pop Melayu pada akhir dekade 2000-an.

Kegiatan Kangen Band juga masih berlangsung hingga 2026. Pada akhir Agustus lalu, grup tersebut tercatat tampil sebagai salah satu pengisi acara Festacation 1.0 di Taman Bung Karno Tabanan, Kabupaten Tabanan, Bali.

Sebelumnya, Kangen Band juga sempat menggelar penampilan di Hong Kong. Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa grup ini masih menjalankan kegiatan panggung sebelum munculnya pernyataan pembubaran dari Dodhy.

Karena itu, kabar mengenai Kangen Band bubar menjadi perhatian publik. Pengumuman tersebut muncul ketika grup masih menjalani aktivitas pertunjukan dan tidak didahului penjelasan terbuka mengenai adanya persoalan yang berujung pada keputusan tersebut.

Andika Mengaku Belum Mengetahui Alasan Kangen Band Bubar

Vokalis Kangen Band, Andika, mengaku belum mengetahui secara pasti persoalan yang membuat Dodhy menyatakan grup tersebut bubar. Ia mengatakan baru mengetahui kabar tersebut setelah melihat unggahan Dodhy di media sosial.

Andika memilih menunggu penjelasan dari pihak-pihak yang terlibat sebelum memberikan tanggapan lebih jauh. Menurutnya, persoalan tersebut perlu dibicarakan secara langsung bersama seluruh personel Kangen Band.

“Kalau gua sih belum tahu maksudnya. Nunggu aja nanti apa dari pihak manajemen, pihak-pihak terkait. Harus ketemu personel yang lain. Besok kita ketemuan sama anak-anak Kangen Band, gua terbang ke Jakarta, harus duduk bareng,” kata Andika saat dihubungi awak media, Sabtu (12/9/2026).

Andika juga mengatakan dirinya belum mengetahui maksud Dodhy ketika menyebut adanya kezaliman. Ia belum mendapatkan penjelasan mengenai persoalan internal yang disebut berkaitan dengan pembubaran grup.

“Makanya gua harus ketemu mereka, seperti apa. Mereka kan tahu,” ujar Andika.

Ia kemudian menegaskan akan menunggu informasi dari seluruh personel sebelum menentukan sikap. Andika tidak ingin memberikan penilaian berdasarkan informasi dari satu pihak saja.

“Ya gua nyikapin ini mungkin sabar aja dulu sampai dengar semua personel seperti apa. Gua harus menanyakan juga, gak bisa sepihak,” kata Andika.

Pertemuan Terakhir Personel Kangen Band di Hong Kong

Menurut Andika, pertemuan terakhirnya dengan personel Kangen Band berlangsung di Hong Kong. Pertemuan tersebut disebut terjadi sekitar empat hari sebelum Dodhy menyampaikan pengumuman pembubaran melalui media sosial.

Jarak waktu yang relatif singkat antara pertemuan tersebut dan pengumuman pembubaran membuat kabar Kangen Band bubar menjadi perhatian. Meski demikian, Andika belum memberikan gambaran mengenai adanya persoalan yang muncul ketika mereka berada di Hong Kong.

Ia masih menunggu pertemuan dengan personel lainnya untuk mengetahui persoalan secara utuh. Penjelasan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai latar belakang keputusan Dodhy sebagai owner dan founder Kangen Band.

Sampai pernyataan pembubaran itu disampaikan, belum ada penjelasan terperinci mengenai bentuk kezaliman yang disebut Dodhy maupun kronologi persoalan internal yang melatarbelakanginya. Sikap Andika yang memilih menunggu pembicaraan bersama para personel menunjukkan bahwa persoalan tersebut masih membutuhkan penjelasan dari pihak-pihak yang terlibat.

Pengumuman Dodhy sekaligus membuka babak baru bagi perjalanan Kangen Band yang telah berlangsung sejak 2005. Kepastian mengenai kelanjutan aktivitas para personel, penggunaan lagu-lagu ciptaan Dodhy dalam pertunjukan, serta persoalan internal yang ia singgung masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait.

***

ikuti kami di Google News