“Pemuda 45” Sindiran Epic Ala Nyi Pelet Berdusta

 “Pemuda 45” Sindiran Epic Ala Nyi Pelet Berdusta

Nyi Pelet Berdusta/ inimusik

Digiqole ad

Nyi Pelet Berdusta (NPB) memang identik dengan kebebasan, mereka menyerap dan memvisualkan atas apa yang terjadi disekitar mereka, seperti halnya lagu terbaru yang mereka beri judul “Pemuda 45”.

Baca Juga:  Mercy Band Luncurkan Album Satu Hati

Sindiran epic ala NPB mampu mengelitik siapapun yang merasa malas untuk bersosialisasi ke masyarakat. Sebanrnya, menurut Gus Indra vocalis sekaligus basis dari band itu, lagu yang sudah dilengkapi dengan video clip itu adalah sindiran atau kritikan untuk para pemuda yang banyak alasan ketika ada kerja yang mempreoritaskan kerja tema.

“Sebenarnya ini ide dan masukan dari temen-temen dimana fenomena umum di berbagai daerah di Bali, terutama di perkotaan, saat “kerja bersama” para pemuda membuat ogoh-ogoh di banjar, yang aktif tidak banyak. Biasanya yang datang hanya sekira 4 atau 5 orang, itu-itu saja. Tak heran muncul istilah pemuda 45,”papar Gus Indra dalam sesi jumpa perss di Warung Pizza & Pasta, Renon. Rabu (12/2/2020).

Baca Juga:  Ketog Semprong, Jayagiri Luncurkan Tiga Album Sekaligus

Lewat lagu itu, mereka pun ingin semua element masyarakat lebih peduli khususnya pemuda untuk lebih aktif dan itu pun atas asas kebersamaan, seni dan budaya. “Jika alasannya kerja, pacaran apalagi sampai tidak berkabar kami pun sama tapi kami tetap luangkan waktu untuk membantu karena ini dari, oleh dan untuk kita juga,”sambungnya.

Nyi Pelet Berdusta saat ini digawangi oleh Gus Indra (vokal, bass), Yan Kakus (gitar), Murdi (drum) ini terbentuk pada bulan April 2017 dengan personel pertama Gus Indra (vocal, gitar), Kamardika alias Yan Kakus (gitar), dan Kolik (drum).

Baca Juga:  Rilis Single ke-2, Bolo and The Stroomz Gelar Mini Concert

Belakangan ketika Kolik berhalangan karena satu dan lain hal, posisi drummer dipercayakan kepada Murdi. Menjadikan pop punk sebagai pilihan musik, band ini mengaku terinspirasi grup seperti Endank Soekamti dan NTRL sebagai panutan. Meski demikian, mereka tak mau terkungkung dengan idealisme dalam bermusik. (Red/Dhi/IMC)