Soundsystem sebagai Penyelamatan: Una Eterna Menemukan Kebebasan dalam Kontradiksi Melalui SOUNDSYSTEM EVANGELIST

INIMUSIK.COM – Titik balik seorang musisi sering kali muncul saat ia berhenti mengejar presisi teknis dan memilih memeluk kekacauan sebagai bahasa artistik utama. Landasan pemikiran inilah yang melahirkan SOUNDSYSTEM EVANGELIST, album penuh terbaru karya Una Eterna. Seniman multidisiplin yang aktif bergerak di kancah ilustrasi, desain, penulisan, produksi musik, hingga aksi DJ dengan moniker unETERNAlly ini menyajikan eksperimen bunyi yang lepas dari batasan konvensional.
Langkah yang diambil Una dalam proyek ini terbilang berani. Mengabaikan formula aman dari karya-karya pendahulunya, ia memilih berhenti sejenak untuk menginterogasi ulang seluruh proses kreatif yang pernah dijalani. Perasaan kurang puas terhadap hasil karya terdahulu memicu pencarian baru. Una menyelami kembali arsip audio masa kecilnya, membiarkan ingatan musikal itu saling berbenturan tanpa intervensi untuk merapikannya.
Eksplorasi tersebut menghasilkan spektrum bunyi SOUNDSYSTEM EVANGELIST yang secara tegas menolak batasan antara genre yang sering dilabeli “serius” dan “populer”. Elemen funkot, breakcore, reggae, dangdut, hardcore, hingga lanskap musik internet melebur dalam satu ruang audio. Benturan antar-subkultur ini dibiarkan telanjang, membentuk identitas album yang justru menguat dari karakter mentah tersebut.
Di tengah tren musik elektronik global yang terobsesi pada estetika futuristik, SOUNDSYSTEM EVANGELIST memilih menancapkan akarnya pada nostalgia lokal. Rilisan ini menegaskan posisi musik dansa domestik yang sejatinya memiliki daya radikal tanpa memerlukan validasi eksternal. Unsur funkot, reggae, dan dangdut diolah sebagai fondasi ritmik utama, bukan sekadar ornamen estetis atau gimik visual.
Pendekatan Do It Yourself (DIY) terasa kuat dalam pengerjaan album ini. Sebagian besar materi diproduksi dan direkam langsung oleh Una di kamar pribadinya. Ia juga menangani seluruh pengerjaan artwork album secara mandiri. Meski dikerjakan secara personal, Una membuka ruang kolaborasi bersama Cahya Nugraha pada salah satu komposisi serta emmcare yang terlibat dalam proses produksi trek lainnya.
Di luar eksplorasi teknisnya, SOUNDSYSTEM EVANGELIST menyimpan catatan personal yang emosional. Album ini menjadi medium penghormatan Una kepada Mbah Surip, figur yang mengenalkannya pada dunia bunyi sejak berusia empat tahun. Rilisan ini sekaligus menjadi dedikasi bagi jejaring komunitas, rekan sejawat, para kolaborator, serta Anti Trust Records sebagai label yang menaungi album penuh pertamanya.
“Album ini adalah penghormatan untuk Mbah Surip yang mengenalkan saya pada musik sejak usia empat tahun, sekaligus ucapan terima kasih untuk komunitas, teman-teman, para kolaborator, dan Anti Trust Records yang telah mendukung saya hingga album ini bisa terwujud,” kata Una Eterna.
Melalui SOUNDSYSTEM EVANGELIST, Una menawarkan cara dengar yang berangkat dari realitas sehari-hari. Eksistensi musik lokal dan kultur internet yang kerap dianggap berseberangan terbukti mampu berjalan sejajar. Album ini memberi penegasan bahwa dorongan kreatif tidak selalu bersumber dari hal-hal yang jauh, melainkan dari frekuensi yang saban hari akrab di telinga.
SOUNDSYSTEM EVANGELIST resmi dilepas ke publik pada 24 Juli 2026 melalui platform Bandcamp dan Subvert.fm. Peluncuran ini menjadi album penuh perdana Una Eterna bersama Anti Trust Records, sekaligus menan
ikuti kami di Google News