Sudah Tahu? Ini 10 Lagu Wajib Nasional Beserta Lirik dan Penciptanya

INIMUSIK.COM –
Deretan tangga nada dalam lagu wajib nasional menyimpan rekam jejak perjuangan bangsa yang tak lekang oleh waktu. Lebih dari sekadar pelengkap upacara bendera di sekolah, karya-karya musik monumental ini memuat denyut patriotisme, rasa cinta Tanah Air, serta pengorbanan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.
Kehadirannya di ruang-ruang pendidikan hingga jalinan acara kenegaraan berfungsi sebagai perekat identitas nasional. Mengutip dokumentasi pustaka dalam Lagu Wajib Nasional, Tradisional, dan Anak Populer karya Hani Widiatmoko serta buku Kumpulan Terlengkap Lagu Wajib Nasional susunan Harris S. Yulianto, berikut susunan sepuluh lagu nasional yang paling sering digemakan beserta lirik dan sosok komponis di baliknya.
1. Indonesia Raya – W.R. Soepratman
Karya monumental Wagiran Rudolf Soepratman ini pertama kali berkumandang lewat gesekan biolanya pada peristiwa Sumpah Pemuda 1928. Kedudukannya kini diatur resmi sebagai lagu kebangsaan Republik Indonesia.
Lirik:
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Di sanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan tanah airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku
Bangsaku, rakyatku, semuanya
Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
(Reff)
Indonesia Raya, merdeka, merdeka
Tanahku, negeriku yang kucintai
Indonesia Raya, merdeka, merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
2. Bagimu Negeri – Kusbini
Diracik oleh Kusbini pada tahun 1942, komposisi singkat ini sarat makna pengabdian mutlak rakyat kepada nusa dan bangsa.
Lirik:
Padamu negeri kami berjanji
Padamu negeri kami berbakti
Padamu negeri kami mengabdi
Bagimu negeri jiwa raga kami
3. Hari Merdeka – H. Mutahar
Husein Mutahar merancang irama cepat nan bersemangat ini untuk merayakan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Lirik:
Tujuh belas Agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka!
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih dikandung badan
Kita tetap setia tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap sedia
Membela negara kita
4. Halo-Halo Bandung – Ismail Marzuki
Lagu ini lahir dari peristiwa sejarah Bandung Lautan Api pada 1946. Ismail Marzuki mengabadikan momen pembumihangusan Kota Kembang agar tidak jatuh ke tangan tentara sekutu.
Lirik:
Halo-halo Bandung, ibu kota Periangan
Halo-halo Bandung, kota kenang-kenangan
Sudah lama beta tidak berjumpa dengan kau
Sekarang telah menjadi lautan api
Mari bung rebut kembali
5. Garuda Pancasila – Sudharnoto
Sudharnoto menyusun bait-bait lagu ini pada tahun 1951 guna menegaskan kesetiaan warga negara terhadap ideologi Pancasila sebagai fondasi negara.
Lirik:
Garuda Pancasila, akulah pendukungmu
Patriot proklamasi, sedia berkorban untukmu
Pancasila dasar negara, rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku
Ayo maju, maju! Ayo maju, maju! Ayo maju, maju!
6. Rayuan Pulau Kelapa – Ismail Marzuki
Melalui alunan nada yang lembut, Ismail Marzuki menggambarkan keindahan alam kepulauan Indonesia, kekayaan maritim, serta kerinduan akan tanah kelahiran.
Lirik:
Tanah airku Indonesia
Negeri elok amat kucintai
Tanah tumpah darahku yang mulia
Yang puji s’panjang masa
Tanah airku aman dan makmur
Pulau kelapa yang amat subur
Pulau melati pujaan bangsa
Sejak dulu kala
(Reff)
Melambaikan pantai
Bisikan bisik kelapa
Raja kelana memuja pulau
Nan indah permai Tanah Airku Indonesia
7. Satu Nusa Satu Bangsa – L. Manik
Liberty Manik menciptakan karya ini pada pertengahan 1947 sebagai pengingat akan pentingnya persatuan di tengah perbedaan suku, bahasa, dan budaya.
Lirik:
Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa kita
Tanah air pasti jaya untuk s’lama-lamanya
Indonesia pusaka, Indonesia tercinta
Nusa bangsa dan bahasa kita bela bersama
8. Ibu Kita Kartini – W.R. Soepratman
W.R. Soepratman mengarang lagu ini khusus untuk memperingati perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam merintis kesetaraan hak serta pendidikan bagi perempuan Indonesia.
Lirik:
Ibu Kita Kartini, putri sejati
Putri Indonesia, harum namanya
Ibu Kita Kartini, pendekar bangsa
Pendekar kaumnya untuk merdeka
Wahai Ibu Kita Kartini, putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia
9. Syukur – H. Mutahar
H. Mutahar menulis irama bernuansa khidmat ini sebagai bentuk persembahan rasa terima kasih yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia kemerdekaan Tanah Air.
Lirik:
Dari yakinku teguh, hati ikhlasku penuh
Akan karunia-Mu
Tanah air pusaka, Indonesia merdeka
Syukur aku sembahkan ke hadirat-Mu Tuhan
10. Maju Tak Gentar – Cornel Simanjuntak
Cornel Simanjuntak menggubah irama tegas ini untuk membakar keberanian para pejuang di garis depan dalam mempertahankan kedaulatan dari cengkeraman penjajah.
Lirik:
Maju tak gentar membela yang benar
Maju tak gentar hak kita diserang
Maju serentak mengusir penyerang
Maju serentak tentu kita menang
Bergerak, bergerak, serentak, serentak
Menerjang, menerjang terjang
Tak gentar, tak gentar, menyerang, menyerang
Majulah, majulah menang
***ikuti kami di Google News