Sudah Tahu? Ini 10 Lagu Wajib Nasional Beserta Lirik dan Penciptanya

Sudah Tahu? Ini 10 Lagu Wajib Nasional Beserta Lirik dan Penciptanya
📷 bendera Indonesia/ pixabay/ inimusik

INIMUSIK.COM – 

Deretan tangga nada dalam lagu wajib nasional menyimpan rekam jejak perjuangan bangsa yang tak lekang oleh waktu. Lebih dari sekadar pelengkap upacara bendera di sekolah, karya-karya musik monumental ini memuat denyut patriotisme, rasa cinta Tanah Air, serta pengorbanan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.

Kehadirannya di ruang-ruang pendidikan hingga jalinan acara kenegaraan berfungsi sebagai perekat identitas nasional. Mengutip dokumentasi pustaka dalam Lagu Wajib Nasional, Tradisional, dan Anak Populer karya Hani Widiatmoko serta buku Kumpulan Terlengkap Lagu Wajib Nasional susunan Harris S. Yulianto, berikut susunan sepuluh lagu nasional yang paling sering digemakan beserta lirik dan sosok komponis di baliknya.

1. Indonesia Raya – W.R. Soepratman

Karya monumental Wagiran Rudolf Soepratman ini pertama kali berkumandang lewat gesekan biolanya pada peristiwa Sumpah Pemuda 1928. Kedudukannya kini diatur resmi sebagai lagu kebangsaan Republik Indonesia.

Lirik:

Indonesia tanah airku





Tanah tumpah darahku

Di sanalah aku berdiri

Jadi pandu ibuku

Indonesia kebangsaanku

Bangsa dan tanah airku

Marilah kita berseru



Indonesia bersatu

Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku

Bangsaku, rakyatku, semuanya

Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya

Untuk Indonesia Raya

(Reff)

Indonesia Raya, merdeka, merdeka

Tanahku, negeriku yang kucintai

Indonesia Raya, merdeka, merdeka

Hiduplah Indonesia Raya

2. Bagimu Negeri – Kusbini

Diracik oleh Kusbini pada tahun 1942, komposisi singkat ini sarat makna pengabdian mutlak rakyat kepada nusa dan bangsa.

Lirik:

Padamu negeri kami berjanji

Padamu negeri kami berbakti

Padamu negeri kami mengabdi

Bagimu negeri jiwa raga kami

3. Hari Merdeka – H. Mutahar

Husein Mutahar merancang irama cepat nan bersemangat ini untuk merayakan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Lirik:

Tujuh belas Agustus tahun empat lima

Itulah hari kemerdekaan kita

Hari merdeka nusa dan bangsa

Hari lahirnya bangsa Indonesia

Merdeka!

Sekali merdeka tetap merdeka

Selama hayat masih dikandung badan

Kita tetap setia tetap sedia

Mempertahankan Indonesia

Kita tetap setia tetap sedia

Membela negara kita

4. Halo-Halo Bandung – Ismail Marzuki

Lagu ini lahir dari peristiwa sejarah Bandung Lautan Api pada 1946. Ismail Marzuki mengabadikan momen pembumihangusan Kota Kembang agar tidak jatuh ke tangan tentara sekutu.

Lirik:

Halo-halo Bandung, ibu kota Periangan

Halo-halo Bandung, kota kenang-kenangan

Sudah lama beta tidak berjumpa dengan kau

Sekarang telah menjadi lautan api

Mari bung rebut kembali

5. Garuda Pancasila – Sudharnoto

Sudharnoto menyusun bait-bait lagu ini pada tahun 1951 guna menegaskan kesetiaan warga negara terhadap ideologi Pancasila sebagai fondasi negara.

Lirik:

Garuda Pancasila, akulah pendukungmu

Patriot proklamasi, sedia berkorban untukmu

Pancasila dasar negara, rakyat adil makmur sentosa

Pribadi bangsaku

Ayo maju, maju! Ayo maju, maju! Ayo maju, maju!

6. Rayuan Pulau Kelapa – Ismail Marzuki

Melalui alunan nada yang lembut, Ismail Marzuki menggambarkan keindahan alam kepulauan Indonesia, kekayaan maritim, serta kerinduan akan tanah kelahiran.

Lirik:

Tanah airku Indonesia

Negeri elok amat kucintai

Tanah tumpah darahku yang mulia

Yang puji s’panjang masa

Tanah airku aman dan makmur

Pulau kelapa yang amat subur

Pulau melati pujaan bangsa

Sejak dulu kala

(Reff)

Melambaikan pantai

Bisikan bisik kelapa

Raja kelana memuja pulau

Nan indah permai Tanah Airku Indonesia

7. Satu Nusa Satu Bangsa – L. Manik

Liberty Manik menciptakan karya ini pada pertengahan 1947 sebagai pengingat akan pentingnya persatuan di tengah perbedaan suku, bahasa, dan budaya.

Lirik:

Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa kita

Tanah air pasti jaya untuk s’lama-lamanya

Indonesia pusaka, Indonesia tercinta

Nusa bangsa dan bahasa kita bela bersama

8. Ibu Kita Kartini – W.R. Soepratman

W.R. Soepratman mengarang lagu ini khusus untuk memperingati perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam merintis kesetaraan hak serta pendidikan bagi perempuan Indonesia.

Lirik:

Ibu Kita Kartini, putri sejati

Putri Indonesia, harum namanya

Ibu Kita Kartini, pendekar bangsa

Pendekar kaumnya untuk merdeka

Wahai Ibu Kita Kartini, putri yang mulia

Sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia

9. Syukur – H. Mutahar

H. Mutahar menulis irama bernuansa khidmat ini sebagai bentuk persembahan rasa terima kasih yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia kemerdekaan Tanah Air.

Lirik:

Dari yakinku teguh, hati ikhlasku penuh

Akan karunia-Mu

Tanah air pusaka, Indonesia merdeka

Syukur aku sembahkan ke hadirat-Mu Tuhan

10. Maju Tak Gentar – Cornel Simanjuntak

Cornel Simanjuntak menggubah irama tegas ini untuk membakar keberanian para pejuang di garis depan dalam mempertahankan kedaulatan dari cengkeraman penjajah.

Lirik:

Maju tak gentar membela yang benar

Maju tak gentar hak kita diserang

Maju serentak mengusir penyerang

Maju serentak tentu kita menang

Bergerak, bergerak, serentak, serentak

Menerjang, menerjang terjang

Tak gentar, tak gentar, menyerang, menyerang

Majulah, majulah menang

***

ikuti kami di Google News