Mengenang Jejak Abadi Pass Band: 10 Lagu Hits dan Kepergian Sang Penggebot Bass

INIMUSIK.COM –ย Industri musik rock Indonesia kembali berduka mendalam. Bambang Sutrisno atau yang akrab disapa Trisno, bassist sekaligus salah satu pendiri Pass Band, telah berpulang ke pangkuan Yang Maha Kuasa pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di usia 55 tahun.
Kepergian musisi yang dikenal tangguh dan berjiwa rock and roll ini menyisakan lubang besar di kancah musik nasional. Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Trisno sempat menjalani perawatan intensif akibat komplikasi serius, mulai dari gagal ginjal, gangguan fungsi liver, hingga adanya cairan di paru-paru. Karakter bassnya yang energetik bersama Pass Band telah menorehkan sejarah emas yang tidak akan pernah lekang oleh waktu.
Mari kita menengok kembali perjalanan band asal Bandung ini lewat 10 karya terbaik mereka yang sukses merajai belantika musik tanah air.
10 Karya Legendaris Pass Band yang Mengguncang Era 90-an hingga 2000-an
Pass Band dikenal sebagai salah satu pionir band independen di Indonesia yang sukses menembus industri mayor label tanpa kehilangan taring idealisme musik mereka. Berikut adalah daftar lagu paling ikonik yang wajib masuk dalam daftar putar pencinta musik rock:
1. Jengah
Dirilis melalui album Pas 2.0 pada tahun 2003, lagu ini langsung meledak di pasaran. “Jengah” memadukan lirik yang lugas tentang kejenuhan dengan distorsi gitar dan dentuman bass Trisno yang sangat bertenaga.
2. Kesepian Kita (feat. Tere)
Berkolaborasi dengan penyanyi Tere dalam album Ketika… (2002), Pass Band membuktikan bahwa mereka piawai meramu balada rock yang melankolis namun tetap megah. Harmonisasi vokal Andy dan Tere membuat lagu ini abadi di telinga pendengar lintas generasi.
3. Impresi
Masuk dalam album fenomenal In (No) Sensation (1995), “Impresi” adalah definisi nyata bagaimana rock alternatif dimainkan dengan gaya urakan namun tetap berkelas khas anak muda era 90-an.
4. Permata Yang Hilang
Lagu ini menampilkan sisi emosional Pass Band yang sangat kuat. Aransemen musik yang megah berpadu dengan lirik puitis menjadikan “Permata Yang Hilang” sebagai salah satu lagu cinta rock paling berkesan.
5. Aku
Tergabung dalam album Romantic… Lies… and Bleeding (2008), “Aku” menawarkan hentakan musik yang lebih modern tanpa meninggalkan identitas cadas yang sudah melekat pada Pass Band sejak awal karier mereka.
6. Getir
Lagu dari era awal album indie mereka ini menggambarkan realitas sosial dengan balutan musik rock yang mentah dan jujur. “Getir” menjadi bukti bahwa Pass Band konsisten menyuarakan isi kepala anak muda perkotaan.
7. Romeo & Juliet
Sebuah interpretasi ulang kisah klasik tragedi cinta yang dikemas lewat energi rock modern. Lagu ini sukses menjadi anthem penonton di setiap panggung festival musik yang mereka singgahi.
8. Solusi
Melalui album Indieviduality (1997), Pass Band menyajikan komposisi musik yang eksperimental. “Solusi” menunjukkan kematangan musikalitas para personelnya dalam mengeksplorasi ragam bunyi di dalam studio.
9. Bayangan
Lagu bertempo medium ini memiliki atmosfer kelam namun adiktif. Petikan bass Trisno di awal lagu memberikan fondasi kuat yang membuat pendengar langsung hanyut dalam suasana.
10. Sejuta Harapan
Menutup daftar ini, “Sejuta Harapan” merangkum optimisme khas Pass Band. Lagu ini kerap menjadi suntikan semangat bagi para penggemar setia mereka dalam menghadapi kerasnya hidup.
Warisan Musik yang Takkan Padam
Kehilangan seorang Trisno tentu menjadi pukulan telak bagi Sandy, Yukie, Bengbeng, dan seluruh keluarga besar Pass Band. Kendati raga sang bassist telah tiada, energi, dedikasi, dan karya-karya besarnya akan terus hidup di dalam setiap dentuman bass yang terekam di album-album mereka. Selamat jalan, Trisno. Karyamu abadi bersama sejarah panjang rock Indonesia.
***ikuti kami di Google News